Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Review Lengkap Fate: The Winx Saga, Live-Action Winx Club yang Kontroversial

Fate: The Winx Saga
Fate: The Winx Saga (Netflix.com)

TEGAMENS - Fate: The Winx Saga merupakan serial live-action adaptasi dari animasi populer Winx Club yang tayang di Netflix pada 22 Januari 2021. Serial garapan Brian Young ini langsung menyedot perhatian publik, terutama para penggemar setia Winx Club yang sudah lama menantikan versi live action dari kisah para peri ikonik tersebut. Namun, seperti halnya adaptasi lain yang mengusung cerita klasik ke medium baru, Fate: The Winx Saga menuai beragam reaksi—mulai dari pujian hingga kritik pedas. Artikel ini akan mengulas secara mendalam serial yang hanya bertahan dua musim ini, mulai dari sinopsis, karakter, hingga kabar terbaru di tahun 2025 dan 2026.

Sinopsis dan Latar Cerita Fate: The Winx Saga

Fate: The Winx Saga mengisahkan tentang Bloom (diperankan oleh Abigail Cowen), seorang gadis remaja berambut merah yang dibesarkan oleh orang tua manusia di Bumi. Bloom tidak menyadari bahwa dirinya adalah seorang peri hingga sebuah insiden mengubah hidupnya dan memunculkan kekuatan api yang terpendam dalam dirinya. Ia kemudian dikirim ke Alfea, sebuah sekolah asrama magis di Otherworld, tempat para peri muda belajar mengendalikan dan menguasai kekuatan mereka.

Di Alfea, Bloom bertemu dengan teman-teman sekamarnya: Stella—peri cahaya, Aisha—peri air, Terra—peri bumi, dan Musa—peri pikiran. Bersama-sama, mereka harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persaingan antarsiswa, romansa remaja, hingga ancaman monster-monster bernama Burned Ones yang mengancam keberadaan mereka. Sepanjang perjalanannya, Bloom mulai menyelidiki masa lalunya dan menemukan fakta-fakta mengejutkan yang menjadi penghubung antara dirinya dengan masalah besar yang tengah melanda Otherworld.

Serial ini diproduksi oleh Netflix dengan total 13 episode yang terbagi dalam dua musim—6 episode untuk musim pertama dan 7 episode untuk musim kedua. Musim pertama dirilis pada Januari 2021, sementara musim kedua menyusul pada September 2022.

Perbedaan Signifikan dengan Animasi Winx Club

Salah satu poin yang paling banyak disorot dalam review Fate: The Winx Saga adalah perbedaan drastis antara serial live-action ini dengan animasi Winx Club versi Nickelodeon. Jika animasi Winx Club identik dengan warna-warna cerah, kostum glamor, dan transformasi peri yang memukau, Fate: The Winx Saga justru menghadirkan nuansa yang jauh lebih gelap dan dewasa.

Netflix sengaja mengubah arah cerita menjadi dark fantasy dengan tone yang lebih mirip serial remaja CW seperti Riverdale. Suasana sekolah Alfea pun terasa lebih suram dan misterius, jauh dari kesan ceria yang melekat pada versi animasinya. Banyak penggemar yang merasa kecewa karena elemen-elemen ikonik dari Winx Club—termasuk kostum peri yang fashionable dan semangat persahabatan yang kuat—justru hilang dalam adaptasi ini.

Salah satu kritik yang paling tajam datang dari segi kostum dan fashion para karakter. Dalam animasi, kostum merupakan bagian integral dari identitas setiap peri. Stella, misalnya, dikenal sebagai peri yang memiliki selera fashion tinggi dan kepribadian ceria yang menjadi sumber cahaya di setiap ruangan. Namun dalam Fate: The Winx Saga, Stella digambarkan sebagai remaja angst dengan masalah ibu, dan kostumnya dinilai sangat mengecewakan.

Karakter dan Pemeran dalam Fate: The Winx Saga

Meskipun menuai banyak kritik, deretan pemain Fate: The Winx Saga patut diacungi jempol. Abigail Cowen berhasil memerankan Bloom dengan cukup meyakinkan sebagai peri pemberani yang sedang mencari jati diri. Selain Cowen, serial ini juga dibintangi oleh Hannah van der Westhuysen sebagai Stella, Precious Mustapha sebagai Aisha, Eliot Salt sebagai Terra, dan Elisha Applebaum sebagai Musa.

Di sisi karakter pria, Danny Griffin berperan sebagai Sky—kekasih Bloom sekaligus seorang Specialist, sementara Freddie Thorp memerankan Riven. Musim kedua juga menambahkan sejumlah pemeran baru seperti Brandon Grace, Éanna Hardwicke, dan Paulina Chávez yang berperan sebagai Flora—karakter yang sangat dinantikan kehadirannya oleh para penggemar. Selain itu, aktris nominasi Oscar Miranda Richardson juga bergabung sebagai Kepala Sekolah Rosalind.

Namun, kehadiran Flora di musim kedua justru menjadi sorotan tersendiri. Banyak penggemar yang mempertanyakan mengapa Flora—salah satu peri utama dalam Winx Club—baru muncul di musim kedua dan digantikan oleh Terra di musim pertama. Perubahan ini menambah daftar panjang perbedaan yang cukup mengganggu bagi para penggemar setia.

Penerimaan Penonton dan Kritikus

Fate: The Winx Saga mendapatkan sambutan yang sangat beragam dari penonton dan kritikus. Di Rotten Tomatoes, serial ini hanya meraih skor 45 persen dari para kritikus yang menilai adaptasi ini sebagai tontonan yang derivatif dan kurang memiliki daya tarik. Namun, menariknya, penonton justru lebih memaafkan dengan memberikan skor 82 persen.

Meskipun menuai kritik, serial ini berhasil meraih popularitas yang cukup tinggi. Musim pertama bahkan berhasil mencapai posisi pertama di Netflix di berbagai negara. Namun, kesuksesan ini tidak berlanjut ke musim kedua yang mengalami penurunan jumlah penonton yang cukup signifikan.

Bagi sebagian penonton, Fate: The Winx Saga dinilai sebagai tontonan yang layak bagi remaja yang menyukai drama supernatural dengan sentuhan kegelapan. Namun, bagi yang mengharapkan adaptasi setia dari Winx Club, serial ini jelas mengecewakan. Banyak yang merasa bahwa serial ini kehilangan "sihir" dan "selera fashion" yang menjadi ciri khas Winx Club.

Pembatalan Musim Ketiga dan Alasan di Baliknya

Kabar paling mengejutkan datang pada November 2022, ketika showrunner Brian Young mengumumkan melalui Instagram bahwa Netflix memutuskan untuk tidak melanjutkan Fate: The Winx Saga ke musim ketiga. Keputusan ini mengecewakan banyak penggemar, terutama karena musim kedua berakhir dengan cliffhanger yang menggantung.

Ada beberapa faktor yang melatarbelakangi pembatalan ini. Pertama, biaya produksi yang tinggi. Sebagai serial fantasi, Fate: The Winx Saga membutuhkan efek visual yang ekstensif, yang membuat produksi menjadi sangat mahal. Selain itu, kenaikan biaya talenta dan model biaya produksi Netflix juga menjadi faktor yang memberatkan.

Kedua, penurunan jumlah penonton. Meskipun musim pertama berhasil mencapai sekitar 57 juta penonton dalam 28 hari pertama, musim kedua hanya mampu menghasilkan 161 juta jam tayang secara global—angka yang signifikan namun tetap menunjukkan penurunan dibandingkan musim pertama.

Ketiga, perubahan strategi programming Netflix. Pada akhir tahun 2022, Netflix dikenal mulai memberhentikan banyak serial orisinalnya dan lebih selektif dalam memperpanjang konten yang tidak berkinerja sangat baik. Kombinasi dari faktor-faktor ini akhirnya membuat Fate: The Winx Saga harus berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.

Kelanjutan Cerita dalam Format Komik dan Grafis Novel

Meskipun serialnya dibatalkan, kisah Fate: The Winx Saga tidak berhenti begitu saja. Pada tahun 2025, Mad Cave Studios bersama Rainbow Group merilis Fate: The Winx Saga Vol. 2: The Shadow War, sebuah grafis novel yang melanjutkan cerita setelah peristiwa di musim kedua.

Grafis novel ini mengisahkan tentang kondisi Alfea yang hampir hancur, dengan Stella yang telah jatuh ke dalam kegelapan dan memimpin pasukan melawan mantan teman-temannya. Aisha, Musa, Flora, dan Sky harus menyusun rencana untuk melawan ancaman bayangan yang mengancam dunia mereka, sementara Bloom berusaha menebus kesalahannya kepada orang-orang yang ia sayangi.

Penulis grafis novel ini, Olivia Cuartero-Briggs, mengungkapkan antusiasmenya dalam melanjutkan cerita di alam semesta Fate: The Winx Saga. Bagi para penggemar yang penasaran dengan kelanjutan nasib para karakter, grafis novel ini menjadi jawaban atas keingintahuan mereka setelah serialnya dibatalkan.

Reboot Winx Club: The Magic Is Back

Selain grafis novel, kabar menarik lainnya datang dari sang kreator franchise, Iginio Straffi. Meskipun Fate: The Winx Saga dibatalkan, Straffi tidak menyerah untuk menghadirkan kembali kisah para peri ke layar kaca. Sebuah serial reboot berjudul Winx Club: The Magic Is Back dikabarkan akan segera hadir di Netflix sebagai pengganti Fate: The Winx Saga.

Reboot ini diharapkan dapat mengembalikan esensi Winx Club yang sesungguhnya—dengan warna-warna cerah, kostum yang memukau, dan semangat persahabatan yang kuat. Meskipun detail lebih lanjut masih belum banyak terungkap, kabar ini tentu menjadi angin segar bagi para penggemar yang merasa kecewa dengan adaptasi live-action sebelumnya.

Kesimpulan: Apakah Fate: The Winx Saga Layak Ditonton?

Fate: The Winx Saga adalah serial yang penuh kontroversi. Bagi para penggemar setia Winx Club yang mengharapkan adaptasi setia dari animasi kesayangan mereka, serial ini mungkin akan terasa mengecewakan. Perubahan tone yang gelap, penghilangan elemen-elemen ikonik, dan pengembangan karakter yang berbeda dari versi aslinya menjadi poin-poin kritik yang sulit diabaikan.

Namun, jika dilihat sebagai sebuah serial fantasi remaja yang berdiri sendiri—tanpa membandingkannya dengan Winx Club—Fate: The Winx Saga memiliki daya tariknya tersendiri. Cerita tentang petualangan, persahabatan, dan pencarian jati diri dengan latar sekolah sihir yang misterius tetap menarik untuk diikuti. Akting para pemain juga patut diapresiasi, meskipun pengembangan karakter terasa masih dangkal.

Bagi penonton yang menyukai genre supernatural drama dengan nuansa gelap seperti Riverdale atau Chilling Adventures of Sabrina, Fate: The Winx Saga bisa menjadi pilihan tontonan yang menghibur. Namun, bagi mereka yang mencari tontonan ringan dan penuh warna seperti animasi Winx Club asli, serial ini jelas bukan pilihan yang tepat.

Dengan hanya 13 episode yang tersedia di Netflix, Fate: The Winx Saga adalah serial yang cukup singkat untuk ditonton. Meskipun berakhir dengan cliffhanger dan tanpa musim ketiga, kelanjutan cerita dalam format grafis novel setidaknya memberikan penutupan bagi para penggemar yang penasaran dengan nasib Bloom dan teman-temannya.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Review Lengkap Fate: The Winx Saga, Live-Action Winx Club yang Kontroversial
  • Review Lengkap Fate: The Winx Saga, Live-Action Winx Club yang Kontroversial
  • Review Lengkap Fate: The Winx Saga, Live-Action Winx Club yang Kontroversial
  • Review Lengkap Fate: The Winx Saga, Live-Action Winx Club yang Kontroversial
  • Review Lengkap Fate: The Winx Saga, Live-Action Winx Club yang Kontroversial
  • Review Lengkap Fate: The Winx Saga, Live-Action Winx Club yang Kontroversial