Review Drama The Good Doctor: Perjalanan Dokter Bedah Autis yang Menginspirasi
![]() |
| The Good Doctor (Primevideo.com) |
TEGAMENS - The Good Doctor adalah salah satu serial drama medis yang paling banyak dibicarakan dalam dekade terakhir. Dibintangi oleh Freddie Highmore sebagai Dr. Shaun Murphy, seorang dokter bedah muda dengan autisme dan sindrom savant, serial ini berhasil memikat hati jutaan penonton di seluruh dunia. Setelah tayang selama tujuh musim dari tahun 2017 hingga 2024, The Good Doctor resmi berakhir dan kini semakin populer berkat kehadirannya di Netflix. Bagi para penggemar di Indonesia, serial ini juga telah tersedia dengan subtitle Indonesia dan sempat menjadi salah satu tayangan trending di platform streaming tersebut. Artikel ini akan membahas secara mendalam perjalanan serial The Good Doctor dari musim pertama hingga akhir yang mengharukan, serta alasan mengapa drama ini layak mendapatkan tempat istimewa di hati penonton.
Konsep Cerita dan Latar Belakang
The Good Doctor berlatar di San Jose St. Bonaventure Hospital, sebuah rumah sakit ternama di California yang menjadi tempat Dr. Shaun Murphy menjalani residensi bedah. Shaun adalah seorang dokter muda yang brilian secara medis namun menghadapi tantangan besar dalam berinteraksi secara sosial akibat kondisi autisme yang dimilikinya. Kemampuannya yang luar biasa dalam mendiagnosis dan menangani kasus-kasus medis kompleks membuatnya direkrut ke unit bedah rumah sakit bergengsi tersebut, meskipun banyak rekan kerja dan atasannya meragukan kemampuannya.
Serial ini merupakan adaptasi dari drama Korea Selatan berjudul sama yang tayang pada tahun 2013. Versi Amerika yang diproduksi oleh ABC ini berhasil mengangkat esensi cerita asli sambil mengembangkannya dengan karakter-karakter baru dan alur cerita yang lebih mendalam. Lingkungan rumah sakit menjadi ruang utama konflik, baik secara medis maupun emosional, dengan kasus-kasus medis kompleks yang menuntut kecerdasan tinggi dan keputusan cepat.
Perjalanan Cerita dari Musim Pertama hingga Ketujuh
Pada musim pertama, fokus utama cerita adalah perjuangan Shaun Murphy untuk membuktikan kemampuannya sebagai dokter. Ia harus menghadapi keraguan dari rekan kerja dan atasan akibat kondisinya. Namun, kecerdasan dan dedikasinya perlahan mengubah pandangan orang-orang di sekitarnya. Musim awal ini memperkenalkan karakter-karakter utama lain seperti Dr. Aaron Glassman (Richard Schiff), mentor dan pelindung Shaun, serta Dr. Claire Browne (Antonia Thomas), yang menjadi sahabat terdekatnya.
Memasuki musim kedua hingga ketujuh, The Good Doctor menampilkan perkembangan karakter yang sangat signifikan. Shaun tidak hanya berkembang secara profesional, tetapi juga secara emosional dan sosial. Hubungan percintaan, persahabatan, serta konflik etika medis menjadi bagian penting dari cerita. Setiap musim menghadirkan tantangan baru, baik dalam bentuk kasus medis ekstrem maupun dilema moral yang kompleks.
Salah satu aspek paling menarik dari serial ini adalah perjalanan Shaun dalam membangun hubungan dengan Lea Dilallo (Paige Spara). Dari sekadar teman sekamar, hubungan mereka berkembang menjadi ikatan cinta yang kuat, dan akhirnya mereka menikah serta memiliki seorang putra bernama Steve. Perjalanan ini menunjukkan bahwa meskipun Shaun memiliki keterbatasan dalam memahami emosi dan interaksi sosial, ia mampu belajar dan tumbuh sebagai pribadi yang lebih utuh.
Musim Ketujuh: Akhir yang Emosional
Musim ketujuh menjadi musim terakhir dari The Good Doctor, dengan total 10 episode yang tayang perdana pada Februari 2024. Musim ini membawa penonton pada perjalanan emosional yang intens, di mana Shaun dan Lea harus menyesuaikan diri sebagai orang tua baru. Sementara itu, di tempat kerja, Shaun mencoba menavigasi masalah dengan salah satu residen baru yang harus ia awasi.
Musim terakhir ini juga menampilkan kembalinya beberapa karakter populer. Antonia Thomas yang berperan sebagai Dr. Claire Browne, salah satu karakter paling dicintai dalam serial ini, kembali tampil dalam dua episode termasuk episode final. Selain itu, Brandon Larracuente juga kembali memerankan karakter Dr. Daniel Perez dalam satu episode.
Episode-episode di musim ketujuh mendapatkan respons yang sangat positif dari penonton. Episode berjudul "Baby, Baby, Baby" menjadi episode dengan rating tertinggi di musim ini, meraih skor 8.2/10. Sementara itu, episode final "Goodbye" mendapatkan skor 9.4/10 dari para penonton, menjadikannya salah satu episode dengan rating tertinggi sepanjang serial.
Akhir Cerita yang Mengharukan
Episode final The Good Doctor yang berjudul "Goodbye" menjadi momen yang sangat emosional bagi para penggemar. Setelah bertahun-tahun penuh perjuangan, tantangan, dan kemenangan, perjalanan Shaun mencapai kesimpulan yang sangat menyentuh dan terasa layak. Sepanjang episode terakhir, emosi memuncak saat staf di St. Bonaventure Hospital menghadapi perubahan besar yang menandakan berakhirnya sebuah era.
Konflik utama di episode final berpusat pada perjuangan Shaun untuk menyelamatkan dua orang terpenting dalam hidupnya: sahabatnya Claire Browne dan mentornya Dr. Aaron Glassman, yang keduanya menderita kanker. Claire mengalami komplikasi yang mengancam jiwa akibat kanker payudaranya, sementara Glassman memilih untuk tidak menjalani pengobatan untuk glioblastoma terminalnya, memilih untuk menikmati enam bulan terakhir hidupnya.
Kematian Dr. Glassman menjadi salah satu momen paling mengharukan dalam serial ini. Meskipun telah berjuang melawan kanker otak selama bertahun-tahun, pada akhirnya Glassman meninggal karena penyakitnya. Dampak kematian ini terhadap Shaun sangat mendalam, dan showrunner David Shore serta Liz Friedman menjelaskan bahwa kehilangan ini mempengaruhi Shaun dengan cara yang unik. Setelah kematian Glassman, Shaun menghormati mentornya dengan mendirikan Dr. Aaron Glassman Foundation for Neurodiversity in Medicine dan menamai putrinya dengan nama Maddie.
Serial ini berakhir dengan lompatan waktu sepuluh tahun ke depan, yang mengungkap nasib semua karakter. Shaun akhirnya menjadi Kepala Bedah di rumah sakit tersebut dan membuka Yayasan Dr. Aaron Glassman untuk Neurodiversitas dalam Kedokteran yang ia kelola bersama Claire. Shaun dan Lea dikaruniai seorang putri selain Steve. Claire menikah dengan Jared dan memiliki seorang putri. Park dan Morgan secara resmi mengadopsi Eden dan masih bersama sepuluh tahun kemudian. Sementara itu, Dr. Lim memilih meninggalkan rumah sakit untuk membantu di Ukraina.
Reaksi Penonton dan Peringkat
The Good Doctor mendapatkan sambutan luar biasa dari penonton di seluruh dunia. Serial ini saat ini memiliki rating 8/10 di IMDb, menjadikannya salah satu drama medis dengan rating tertinggi. Di platform Douban, musim ketujuh meraih skor 9.0/10.
Ketika musim ketujuh dirilis di Netflix pada Januari 2026, serial ini langsung melesat ke posisi lima besar dalam chart TV platform tersebut. Para penggemar membanjiri media sosial dengan pujian, menyebut The Good Doctor sebagai "drama medis terbaik" dengan "akhir yang sempurna" yang membuat mereka menangis. Banyak yang mengaku tidak bisa berhenti menangis setelah menyelesaikan tujuh musim serial ini, dan akan merindukan karakter-karakter seperti Dr. Shaun Murphy, Dr. Glassman, Dr. Lim, Claire, Park, Reznick, dan Lea.
Seorang penggemar menulis di X: "The Good Doctor Season 7 sekarang di Netflix dan ini adalah hadiah Tahun Baru terbaik. Drama medis yang kurang dihargai". Penggemar lain mengatakan: "Akhir terbaik dari sebuah serial yang pernah ada". Ada juga yang mengungkapkan: "Obsesi dengan The Good Doctor, saya mulai menontonnya hanya dua hari yang lalu. Kisah seorang anak autis dengan ingatan dan kemampuan luar biasa, dan perjuangannya untuk menjadi seorang ahli bedah sambil hidup dengan autisme, sangat menyentuh. Setiap episode membuat saya emosional".
Meskipun sebagian besar respons positif, beberapa penggemar merasa bahwa episode final terlalu menyedihkan. Sebuah ulasan di IMDb menyebutkan bahwa lima menit terakhir dari episode final adalah semua yang mereka harapkan, tetapi sebagian besar episode terasa sangat menyedihkan sehingga mereka menghitung menit hingga akhir. Ulasan tersebut juga menganggap bahwa menghabiskan tiga episode terakhir untuk berduka atas kematian Asher sebelum menghadapi kemungkinan kehilangan Glassman dan Claire terasa "tidak perlu dan kejam".
Tema Kemanusiaan dan Representasi Autisme
Salah satu kekuatan utama The Good Doctor adalah penggambaran autisme secara manusiawi. Serial ini menunjukkan bahwa individu dengan autisme memiliki potensi besar jika diberi kesempatan dan dukungan yang tepat. Melalui karakter Shaun Murphy, penonton diajak untuk memahami bahwa perbedaan bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan yang unik.
Serial ini juga mengangkat tema empati, kerja sama tim, dan pentingnya komunikasi dalam dunia medis. Nilai-nilai tersebut disampaikan melalui kisah yang emosional dan mudah dipahami penonton. The Good Doctor tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan perspektif baru tentang keberagaman dan inklusivitas.
Lebih dari sekadar drama medis, The Good Doctor adalah potret perjuangan individu dalam menghadapi stigma dan keterbatasan. Serial ini mengajarkan bahwa dengan dukungan yang tepat, setiap orang dapat mencapai potensi terbaiknya, terlepas dari kondisi atau latar belakang mereka.
Mengapa The Good Doctor Layak Ditonton
The Good Doctor layak ditonton karena menyajikan kombinasi kuat antara drama medis dan cerita kemanusiaan. Dengan karakter yang berkembang, cerita yang konsisten, dan pesan moral yang kuat, serial ini menjadi salah satu drama medis paling berkesan dan relevan bagi penonton dari berbagai latar belakang.
Akting Freddie Highmore sebagai Shaun Murphy juga patut diacungi jempol. Ia berhasil menghidupkan karakter seorang dokter dengan autisme secara autentik dan menyentuh. Penampilannya bahkan membuatnya meraih nominasi Golden Globe. Highmore tidak hanya berakting, tetapi juga bertindak sebagai produser dalam serial ini.
Bagi penonton di Indonesia, The Good Doctor menawarkan pengalaman menonton yang lengkap dengan subtitle Indonesia dan tersedia secara legal di Netflix. Dengan total 7 musim dan 126 episode, serial ini menyediakan tontonan yang cukup untuk dinikmati dalam waktu lama.
Kesimpulan
The Good Doctor adalah serial yang berhasil meninggalkan warisan mendalam di dunia pertelevisian. Dengan perpaduan drama medis yang menegangkan, pengembangan karakter yang matang, dan pesan kemanusiaan yang kuat, serial ini telah memenangkan hati jutaan penonton di seluruh dunia. Perjalanan Dr. Shaun Murphy dari seorang residen yang diragukan menjadi Kepala Bedah yang dihormati adalah kisah inspiratif tentang ketekunan, keberanian, dan kekuatan untuk menjadi diri sendiri.
Meskipun serial ini telah berakhir, dampaknya akan terus terasa. The Good Doctor tidak hanya menghibur, tetapi juga mengedukasi dan menginspirasi. Serial ini membuka mata banyak orang tentang neurodiversitas dan pentingnya inklusivitas dalam masyarakat. Seperti yang dikatakan Shaun dalam episode terakhir: "Menyentuh satu kehidupan berarti menyentuh semua kehidupan yang dapat dipengaruhi oleh kehidupan itu". The Good Doctor telah menyentuh jutaan kehidupan, dan warisannya akan terus hidup lama setelah episode terakhir usai.
